Sunday, 22 January 2017

Masalah Pariwisata di Sulawesi Selatan

Sebenarnya kalau dipikir-pikir lagi, Sulawesi Selatan itu punya banyak tempat wisata yang menarik. Pulau Samalona, Bira, Tana Toraja, Bantimurung, Malino, banyak sebenarnya yang bisa di eksplor menjadi tempat wisata yang menarik dan menjadi kelas dunia.

Tapi kenapa tempat-tempat wisata tersebut kurang mendunia seperti tempat-tempat wisata di Bali maupun di NTB. Berikut ini adalah opini saya mengapa tempat-tempat wisata di Sulawesi Selatan tidak bisa berkembang dengan baik.

Pertama, Pemerintah Provinisi sepertinya tidak 100% mengelola tempat-tempat wisata tersebut. Kebanyakan rencana pengembangan yang telah dibuat oleh ahli-ahli perencaan wilayah dan ahli-ahli pariwisata hanya menjadi sebuah dokumen semata. Belum terlihat adanya langkah penerapan yang konkrit terhadap dokumen-dokumen perencanaan itu. Pemerintah harusnya sadar jika mereka meningkatkan potensi-potensi pariwisata, maka return yang akan mereka terima sangat besar, sehingga mampu membangun yang jauh lebih besar. Kesadaran seperti inilah yang belum dimiliki oleh pemerintah.

Kedua, akses menuju ke lokasi wisata unggulan cukup "ribet" dan sulit. Toraja contohnya. Toraja sekitar 20-30 tahun lalu "katanya" sempat menjadi salah-satu tempat berwisata oleh wisatawan mancanegara. Potensi-potensi wisata disana sangat banyak sebenarnya. Namun karena akses yang makin susah untuk menuju kesana (perjalanan bandara makassar sampe ke toraja paling cepat 8 jam perjalanan), sehingga kebanyakan orang jadi malas untuk kesana. Sementara kebanyakan pola pikir wisatawan sekarang sudah berbeda dengan yang dulu. Sekarang wisatawan berpikirnya waktu sangatlah penting. Untuk itu ada bagusnya infrastuktur yang terkait dengan akses ke tempat wisata mau tidak mau harus di tingkatkan. Misalnya mungkin dengan memperlebar jalan dari Bandara Makassar ke Tana Toraja. Atau mungkin membuat bandara kelas nasional sekalian.

Eksotisme Budaya di Tana Toraja

Ketiga, banyak lokasi potensial namun kurang dikelola secara maksimal. Misalnya seperti di pantai Apparalang. Tempat itu jika dikelola secara serius, tapak wisatanya dipercantik, saya yakin tempat itu menjadi tempat wisata yang sangat Indah.

Keindahan Pantai Appalarang

Keempat, kurangnya tempat penginapan yang nyaman. Kalau kita bicara tempat penginapan di Makassar memang sudah sangat baik, namun bagaimana dengan tempat-tempat penginapan seperti di Bira, Appalarang, Bantimurung, Malino yang sepertinya tidak ada peningkatan sama sekali. Praktis hanya pantai marina di Bantaeng dan tana toraja saja yang punya tempat penginapan yang layak. Selebihnya tidak ada peninginapan yang bisa memanjakan para wisatawan.

Penginapan yang begitu-begitu saja.


Kelima, kurangnya promosi. ini adalah hal terakhir yang paling penting sebenarnya. Pemerintah kurang mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di Sulawesi Selatan. Kadang saya sangat sedih sekali melihat bandara Sultan Hasanuddin di Makassar sama sekali tidak ada spanduk untuk mempromosikan Bira, Tana Toraja, Pulau Samalona, dll. Padahal kalau mau dipikir, bandara adalah tempat yang paling pas untuk mempromosikan tempat wisata di Sulawesi Selatan. Promosi adalah salah satu cara yang terbaik untuk meningkatkan wisatawan, bila perlu pasang spanduk atau moda promosi di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta sekalian.

Promosi wisata harus mulai dari Bandara.

Sebernarnya masih banyak lagi yang lain. Namun untuk sementara ini saja dulu. Nanti kita lanjut lagi. Soalnya mata sudah tidak kuat lagi. Terima Kasih, semoga bermanfaat buat para perencana tempat pariwisata yang ada di Sulawesi Selatan ataupun di Seluruh Indonesia.

No comments:

Post a Comment