Tuesday, 23 August 2016

Baik Belum Tentu Benar

Sesuai dengan judulnya, kali saya akan mencoba membahas perbedaan antara baik dan benar.  Secara spontan kadang kita menganggap bahwa baik dan benar adalah sama. Selain itu, kita juga sering menganggap bahwa sesuatu yang baik itu sudah pasti benar, dan begitu pula sesuatu yang benar itu sudah pasti baik. Padahal tidaklah demikian.

Sesuatu yang baik belum tentu adalah hal yang benar, sedangkan sesuatu yang benar adalah belum tentu baik. Sebelum kita melangkah lebih jauh lagi, mari kita lihat terlebih dahulu apa sih pengertian dan makna dari kata “baik” dan kata “benar”.

Berdasarkan kamus besar bahasa indonesia, kata baik memiliki banyak macam makna diantaranya:
1 elok, patut, teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dan sebagainya);  2 mujur, beruntung (tentang nasib) menguntungkan (tentang kedudukan dan sebagainya); 3 berguna, manjur (tentang obat dan sebagainya); 4 tidak jahat (tentang kelakuan, budi pekerti, keturunan, dan sebagainya); 5 v sembuh, pulih (tentang luka, barang yang rusak, dan sebagainya); 6 selamat (tidak kurang suatu apa); 7 selayaknya, sepatutnya; 8 (untuk menyatakan) entah ... entah; 9 ya (untuk menyatakan setuju; 10 kebaikan, kebajikan;

Sedangkan kata benar berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia antara lain:
1 sesuai sebagaimana adanya (seharusnya), betul, tidak salah; 2 tidak berat sebelah, adil; 3 lurus (hati); 4 dapat dipercaya (cocok dengan keadaan yang sesungguhnya); tidak bohong; 5 sah; 6 sangat, sekali, sungguh.

Dari pengertian-pengertian tersebut saja, sudah dapat kita simpulkan secara kasar bahwa baik dan benar adalah dua hal yang sangat berbeda. Memang, kecenderungan dari sesuatu yang baik biasanya adalah sesuatu yang benar, dan begitu pula sebaliknya, namun yang perlu kita ketahui adalah bahwa TIDAK SEMUA seperti itu.

Ada hal-hal tertentu yang baik namun sebenarnya salah, dan ada pula hal yang benar namun sebenarnya jahat.
Sering kali kita mendengar orang mengatakan: “niat kamu baik, namun caranya yang salah.”
Kadang pula kita juga dengar orang mengatakan: “kamu benar, tapi kamu tidak punya hati.”

Dua hal ini haruslah kita mengerti karena sangat seringkali kita bingung dihadapkan oleh untuk memilih antara yang baik dan yang benar.
Sebenarnya anda memilih baik atau anda memilih yang benar itu semua tergantung dari persepsi masing-masing personal. Namun selalu lah mencari cara agar bisa memilih keduanya disaat bersamaan.
Selalulah ingat, anda punya otak untuk mencari cara agar kedua hal tersebut bisa anda lakukan secara bersamaan.


Good luck!

Tuesday, 2 August 2016

Quotes - Jahat



Terkadang kita adalah jahat.

Bukan karena kita seperti itu.
Juga bukan karena kita ingin menjadi seperti itu.
Tapi karena kita dihadapkan oleh sebuah pilihan.
Dan ketika kita memilih salah satu yang menurut kita baik, pada saat bersamaan mungkin akan ada orang yang menganggap kita jahat.
Pada faktanya semua manusia adalah tidak jahat.
Jahat ada karena keadaan dan kondisi atau pun mungkin karena kebiasaan.
Atau mungkin kita yang menganggap seseorang ada yang jahat adalah jahat itu sendiri. Hehe.

Saturday, 16 July 2016

Perbedaan Bina, Bimbing, dan Ajar


Apakah bina, bimbing dan ajar adalah sama? Saya pernah mendengar kalimat seperti ini.
1. “Tolong bina anak saya agar hormat kepada orang tua”
2. “Dia pintar berbahasa inggris. Ayahnya yang membimbingnya”
Tapi coba kita rubah semua kalimatnya menjadi kata “ajar” apakah maknanya akan tetap sama? Mari kita coba.
1. “Tolong ajar anak saya agar hormat kepada orang tua”
2. “Dia pintar berbahasa inggris. Ayahnya yang mengajarnya”

Memang kesannya akan sama saja, tapi kalau kita teliti lagi sebenarnya maknanya berbeda. Pada intinya, sering kali kita menganggap bahwa bina dan bimbing dapat dijadikan pengganti dari kata ajar. Tapi sebenarnya ketika kita mengerti kata tersebut secara harafiah,maka akan kita temukan perbedaan satu sama lain.

Menurut kamus besar bahasa indonesia, kata bina adalah  membangun; mendirikan atau mengusahakan supaya lebih baik. Sementara kata bimbing adalah pimpin, asuh, atau tuntun. Tuntun sendiri adalah menggunakan pedoman untuk melakukan sesuatu. Kata ajar adalah memberikan pengetahuan kepada orang lain.

Jadi sebenarnya kata bimbing hanya tepat di katakan kepada petunjuk-petunjuk. Misalnya: rambu-rambu lalu lintas, dimana rambu-rambu tersebut menjadi pembimbing agar orang tertib berlalu lintas. Lalu lintas jelas ada bukan untuk membina orang ataupun mengajarkan orang. Orang semua tentu sudah tau bahwa tanda (-) adalah tanda larang untuk lewat. Tanda tersebut tidak “mengajarkan” ataupun “membina” orang yang melihat tanda tersebut  agar tidak melewati jalan itu, tapi “membimbing” orang yang melihat tanda itu agar tidak melewati jalan itu.

Dilain sisi, kata ajar sendiri hanya tepat dikatakan jika dapat memberikan pengetahuan tambahan kepada orang lain.Misalnya: Guru itu ajar anak sekolah cara mengerjakan soal matematika. Ajar disini adalah memberikan pengetahuan tambahan. So, jika seorang guru tidak memberikan pengetahuan tambahan kepada muridnya artinya dia tidak sedang mengajar tapi dia mungkin sedang membimbing atau sekedar berkomunikasi.

Dari ketiga kata tersebut, yang agak sedikit paling berbeda adalah kata bina, kata bina sendiri artinya membangun dan mengusahakan menjadi lebih baik. Misalnya membina rumah tangga, artinya mengusahakan agar rumah tangga tersebut menjadi lebih baik. Membina anak, artinya berusaha untuk membangun kepribadian anak tersebut menjadi jauh lebih baik. Hal tersebut bisa dilakukan dengan latihan-latihan yang bisa membuatnya menjadi lebih baik.

Jadi itulah perbedaan sebenarnya antara ajar, bimbing, dan bina.

Demikian tulisan saya yang konyol ini mudah-mudahan bisa bermanfaat, kalau tidak bermanfaat ya ditutup saja hehe. 
Dan kalau benar itu semua karena Allah, kalau salah itu semua karena kebodohan saya. 

Tuesday, 14 June 2016

Perokok Itu Pecinta Lingkungan

Sebelumnya mohon maaf, jangan marah dulu, dan izinkan saya menjelaskan.
Perokok itu pecinta lingkungan. Kok bisa?

Mari saya jelaskan.

Pertama-tama kita semua harus setuju kalau jaman sekarang apalagi di kota-kota daerah pesisir seperti Makassar, Jakarta, Surabaya udaranya sangat panas.
Jika kita dalam sebuah ruangan, sudah pasti bakalan termat sangat gerah jika tidak menggunakan Air Conditioner alias AC. Sementara jika kita berada di luar ruangan, jelas pepohonan lah yang bisa menggantikan fungsi AC untuk menyejukkan udara. Pepohonanlah yang membuat udara diluar ruangan menjadi sejuk. Tapi, lihatlah sekarang, pohon-pohon di kota-kota besar. Habis tumbang, dan tersisa sangat sedikit sekali. 
Alhasil, dengan habisnya pohon-pohon tersebut orang-orang jelas lebih memilih untuk berada di dalam ruangan dengan Air Conditioner (AC) ketimbang berada diluar ruangan.

Oke sampe sini paham? Baiklah mari kita lanjutkan.
Terus apa hubungannya semua diatas dengan perokok adalah pecinta lingkungan? Mungkin ada beberapa dari kalian sudah bisa menebaknya.

Ya, kita semua tau kalau diruangan ber-AC sangat jelas tertulis "DILARANG MEROKOK". Meskipun ini sebenarnya tidak penting dan banyak yang akan protes, tapi saya pribadi menganggap ini jelas deskriminasi terhadap para perokok. hahaha.
Tapi tenang, saya tidak akan melakukan "demo" tandingan dari gerakan "no tobacco day" atau mengeluh hanya lantaran perokok dilarang merokok di dalam ruangan yang ber-AC.
Yang mau saya bahas disini dan yang perlu kita semua tahu adalah bahwa satu-satunya tempat untuk merokok bagi para perokok sudah barang tentu hanya diluar ruangan. 
Jadi secara logika sebenarnya para perokok yang hidup diperkotaanlah yang paling dirugikan jika pohon-pohon di perkotaan di tebang semena-mena, karena jika kita telah dilarang berada di dalam ruangan ber-AC, maka sudah barang tentu tidak ada tempat lagi bagi kami para perokok merasakan udara sejuk.

Inilah sebabnya mengapa saya katakan bahwa sebenarnya para perokok itu adalah pecinta lingkungan. :))

Wednesday, 8 June 2016

Jawaban Antitesis Teori Evolusi

Sudah lama sebenarnya saya ingin tulis ini cuma belum sempat-sempat.

Teori Evolusi. Teori yang banyak sekali membuat orang hilang kepercayaan terhadap agama.
Teori Evolusi mengatakan bahwa mahluk hidup (hewan, tumbuhan, manusia) awalnya berasal dari 1 nenek moyang saja, 1 mahluk yang sangat sederhana (1 sel) yang kebetulan terbentuk dari benda mati yang berevolusi hingga menjadi mahluk hidup seperti sekarang...

Teori darwin mengatakan bahwa manusia dan kera memiliki 1 nenek moyang yang sama yang berevolusi ada yang menjadi kera dan ada yang menjadi manusia....
Begitu pula reptil dan amphibi serta kucing dan burung... bahkan semua jenis tumbuhan....
apakah betul demikian??
Dibawah ini jawaban2 yang saya kumpulkan yang menjawab secara logis (sains) tanpa membawa dalil agama sedikitpun (karena biasanya org sains protes jika pertanyaan sains dijawab dengan dalil agama)

Pertama, mau komen dikit.. sebenarnya anggapan bakteri berasal dari benda mati sendiri jg masih meragukan. Untuk menghasilkan satu sel mahluk hidup, dibutuhkan kurang lebih sebanyak 360 asam amino. Asam amino sendiri sungguh terlalu rumit untuk terbentuk secara 'kebetulan'. Analoginya seperti saya berharap bisa menang main pacinko 360 kali berturut-turut, tidak boleh kalah sama sekali. Jadi, Seperti analogi tersebut, mungkinkah teori mahluk hidup berasal dari benda mati itu benar2 terjadi??

Kedua, Boleh-boleh saja mengagumi sebuah TEORI, tetapi teori hanyalah hasil ABSTRAKSI terhadap fenomena. Abstraksi bukanlah KEBENARAN. Taruhlah keyakinan anda bahwa lerbentuknya kehidupan secara kimiawi di planet bumi ini tanpa campur tangan kekuatan "luar" itu benar. Tetapi tetap tersisa pertanyaan: "bagaimana atom-atom mengatur diri membentuk molekul sederhana, lalu molekul sederhana tadi membentuk molekul kompleks, lalu sel hidup, kemudian menjadi organisme multi sel, ...dan menghasilkan makhluk yang memiliki kecerdasan dan sikap kritis seperti anda?" Jika anda mengatakan bahwa itu hanyalah konsekuensi logis saja dari proses alamiah yang disebut reaksi kimia, maka pertanyaannya: 
1) Mengapa kehidupan sekarang hanya bisa diproduksi oleh makhluk (hidup) yang sudah ada (biogeneris), mengapa tidak ditemukan proses kimia yang bertingkat itu (dari awal hingga menjadi sel hidup, bakteri misalnya) di alam maupun di laboratorium? 
2) Mengapa reproduksi dan adaptasi individu, yang kata Dawkins adalah manifestasi dari egoisme gen (selfishness of gene), berakhir dengan kematian? 
3) Samakah kandungan molekul pada jasad organisme mati (bangkai) dengan molekul pada jasad yang masih hidup? Jika jawabanya YA, maka pertanyaannya mengapa yang satu disebut hidup yang satu disebut mati? 
4) Jika jawaban pertanyaan nomor 3 adalah TIDAK, maka saya meminta anda untuk menunjukkan molekul apa yang berbeda antara jasad makhluk (katakanlah seekor ikan) yang masih hidup dengan yang sudah mati?. Faktor apa yang membuatnya menjadi berbeda?

Ketiga, Ibarat di pabrik duarrrrrr semua kebetulan, serbuk kayu berubah jadi kertas lalu dari bijih besi berubah menjadi stepler, maka jadilah buku (darwinisme)

Keempat, klo teori darwin memang benar, artinya manusia dan kera itu bersaudara karena kita keturunan dari nenek moyang yang sama... karena manusia dan kera adalah keturunan nenek moyang yang sama, maka, logikanya jika sperma manusia masuk kedalam vagina kera betina seharusnya akan dapat menghasilkan keturunan juga.... klo tidak terjadi, maka boleh dong saya bilang bahwa teori evolusi itu hanya sebuah bualan dan khayalan saja...

Kelima, Pernahkah anda melihat DNA atau RNA atau keduanya?
Struktur DNA terdiri atas Hidrogen, Oksigen, Nitrogen, Karbon, dan Fosfor atau yang bisa kita singkat menjadi tiga gugusan yaitu gugusan fosfat, deoksiribosa, dan basa nitrogen yang terdiri dari adenin, guanin, sitosin, dan timin. Di dalam rangkaian rantai yang kompleks ini terdapat bermiliar-miliar bahkan bersekian-sekian informasi yang kompleks juga. Dan, semua yang dijelaskan dengan pendekatan sains di atas, oleh Darwin dikatakan terbentuk secara kebetulan, bagaimana mungkin sebuah zat yang kompleks dapat terbentuk secara kebetulan, kemungkinannya sangat kecil sekali. Bukankah itu lucu?

Keenam, Reptil berasal dari Amfibi?
Sifat fisik amfibi sangatlah JAUH berbeda dengan reptil. Contohnya adalah kita lihat telur mereka, telur amfibi dilapisi dengan selaput lendir sedangkan reptil dilapisi oleh cangkang telur, kulit amfibi selalu berlendir dengan dibasahi oleh air sedangkan reptil bersisik dan membutuhkan sinar matahari. Bagaimana bisa reptil berasal dari amfibi? Katanya, sains bukan cuma harus logis tapi butuh bukti baru diakui kebenarannya, buktikan lah!!!
buktikanlah karakter AMFIBI yang saya sebutkan diatas memang ada kecendrungan dapat berubah menjadi karakter REPTIL.

Ketujuh, ada yang bisa menjelaskan bagaimana otak itu berevolusi? Kenapa tidak ada yang bisa menandingi otak manusia? bahkan otak orang gila sekalipun belum tentu dapat ditandingi oleh hewan...

Wednesday, 11 May 2016

Memimpin Diri Sendiri

Betapa susah untuk merubah orang lain apabila diri kita sendiri tidak dapat kita ubah.
Untuk menjadi seorang pemimpin sangatlah mudah jika kita mampu memimpin diri sendiri terlebih dahulu.
Bagaimana cara menjadi seorang pemimpin? Caranya adalah pimpinlah diri sendiri terlebih dahulu.

Anda ingin agar karyawan anda tepat waktu dalam mengerjakan tugasnya. Kerjakanlah tugas anda selalu tepat waktu.
Anda ingin agar karyawan anda datangnya tidak terlambat. Jangan pernah datang terlambat!
Anda ingin agar karyawan anda antusias. Antusiaslah terlebih dahulu.
Anda ingin agar karyawan anda tidak kehilangan semangat. Jangan pernah tunjukkan sikap putus asa.
Anda ingin agar karyawan anda tidak bermalas-malasan disaat jam kerja. Jangan pernah bersantai-santai saat jam kerja.

Namun, semua diatas anda harus lakukan dengan benar dan jujur, bukan dengan cara munafik atau membohongi karyawan anda.
Anda mungkin saja bisa mengatakan kepada karyawan ada. "Saya sangat sibuk, tidak ada waktu mengurus hal seperti itu" padahal yang sebenarnya anda hanya pura-pura sibuk, sebenarnya anda mungkin browsing internet atau chatting dengan teman.

Kalau sudah seperti itu, yakinlah karyawan anda pun akan dengan mudah membohongi anda.

Jadilah pemimpin yang benar-benar pemimpin.

Monday, 21 March 2016

LBGT? Anda Manusia atau bukan?

Saat ini banyak sekali orang atheis yang menyuarakan dan membela LGBT...
Alasan paling kuat dari mereka adalah bahwa LGBT bisa jadi merupakan hormon dan bawaan sejak lahir..
Dan menurut mereka bukan hanya manusia yang bisa berhubungan seksual dengan sesama jenis kelamin melainkan hewan seperti pinguin dan juga rusa ada yang berhubungan dengan sesama jenis...
dan menurut mereka jika Tuhan ada, mengapa Tuhan menciptakan hewan-hewan juga berhubungan dengan sesama jenis...

Mungkin saya bisa menjawab dengan nalar dan logika saya
1. Harus kita sepakati bahwa perilaku homoseksual dan lesbi itu bisa di sembuhkan, banyak kasus dari seorang yang dulunya seorang homo seksual bisa sembuh...
2. Harus kita sepkati juga bahwa kita berbeda dengan hewan. Kita manusia diberikan akal dan otak untuk berpikir, sementara hewan tidak..
saya kasih contoh sederhana,
Ketika hewan seperti rusa terluka, apa yang akan mereka lakukan dengan lukanya. MEREKA TIDAK MELAKUKAN APA-APA. Mereka hanya tidur atau mungkin paling banter mereka mejilati lukanya itu.. tidak ada usaha pengobatan apapun dari mereka... Mereka membiarkan luka itu sendiri dan akhirnya sembuh dengan sendirinya atau kalau tidak mereka akan tewas...
Teman-teman mereka bahkan saudara dan orang tua mereka pun tidak akan berbuat apa2 terhadap luka yang dia terima...

Bandingkan saja dengan manusia ketika seorang manusia terluka, apa yang akan dia lakukan? dia tentu akan mengobati lukanya dengan obat-obat yang telah disediakan oleh seorang dokter...
Dari contoh sederhana itulah kita dapat membedakan antara manusia dengan hewan...

Kita manusia diberi otak untuk berpikir dan berubah menjadi lebih baik.
Dan sudah barang tentu kita diberi otak untuk berpikir bagaimana caranya kita bisa menjadi makhluk terbaik di dunia...
Tentu saja anda tidak ingin seseorang memanggil anda dengan sebutan seekor hewan bukan??

Sama dengan orang yang ketagihan Narkoba, komunitas LGBT juga bisa sembuh, meskipun memang sangat berat untuk kembali normal... Tapi jika mereka tangguh dan berkeinginan kuat saya rasa itu bukan hal yang mustahil.. Apalagi telah banyak kasus seseorang yang menyukai sesama jenis bisa kembali normal menyukai lawan jenis...

Anda suka atau tidak tapi jika anda tidak mencoba untuk sembuh anda akan di kucilkan secara tidak langsung... Anda suka atau tidak orang akan merasa risih dengan anda....
Terserah anda boleh protes, tapi faktanya itulah yang akan terjadi...
Manusia selalu bisa memilih yang mana baik untuk dirinya....
Pikirlah matang-matang dan lihatlah kedepan.... Anda ingin tetap menjadi seperti pinguin dan rusa, atau anda ingin tetap menjadi manusia....

Monday, 14 March 2016

Move on dari Masa Lalu

Mengingat masa lalu yang buruk sudah tentu akan menyebabkan kesedihan,
Namun jika mengingat masa lalu yang menyenangkan juga akan menyebabkan kesedihan karena anda berpikir belum tentu akan bisa terulang kembali.

Jadi memang benar jika orang-orang berkata "jauh lebih baik menatap masa depan daripada meratap masa lalu"

Sesekali menengok masa lalu tidaklah masalah selama tujuan anda untuk belajar, namun jangan pernah berlama-lama atau berlarut-larut dengannya.
Karena efeknya sudah tentu menyakitkan.

Kita manusia diberikan memori yang sangat baik, oleh karena itu gunakanlah pada waktu dan tujuan yang tepat.

Jika anda sedih karena memori anda menyimpan hal-hal buruk, ingatlah banyak orang yang memiliki memori jauh lebih buruk daripada anda. 
Dan ingat pula bahwa itu telah berlalu. Anda mampu menghindarinya meskipun mungkin saja dengan kondisi dan orang-orang yang sama.

Dan jika anda sedih karena mengenang hal-hal yang sulit untuk di ulang kembali, ciptakanlah kembali, karena anda mempu melakukannya, meskipun mungkin saja dengan kondisi dan orang-orang yang berbeda.

Perbanyaklah senyum,
Tersenyumlah kepada dunia ketika esok hari anda bangun.
Tidak ada yang perlu anda khawatirkan.
Karena habis gelap pasti terbitlah terang.
Selama anda terus belajar, bersabar, dan terus tersenyum kepada dunia.

Sunday, 13 March 2016

Hati-hati dengan kesenangan

Setiap kesenangan pasti akan berlalu.
Berlalu seperti air yang mengalir dari hulu ke hilir.
Namun efeknya itu akan terus terasa.

Menjadi orang kaya itu jelas menyenangkan, 
tapi bagaimana klo tiba-tiba orang kaya tersebut tiba-tiba menjadi jatuh miskin.
Sudah tentu hidupnya pasti akan berantakan.

Menjadi artis tentunya akan senang, mendapat banyak penggemar,
namun bagaimana jika mereka meredup dan penggemarnya akan hilang serta job-job mereka pun hilang satu persatu.

Menjadi milyarder tentu akan sangat menyenangkan,
Namun bagaimana jika uang yang ia punyai tidak dapat lagi ia cicipi dan ia harus terbaring di rumah sakit..

Tentu semua akan menjadi sangat siksa jika mereka tidak memahami dengan baik, efek dari rasa senang tersebut.
Tidak jarang orang menjadi "tidak waras" a.k.a gila karena efek dari rasa senang tersebut.
Dan yang waras-waras pun kebanyakan melarikan diri ke narkoba atau ke tindakan-tindakan kriminal....

Disinilah kita harus sangat hati-hati dalam menyikapi kesenangan yang kita terima.

Sudah seharusnya kita semua merubah mindset kita...
Mindset kita bukan bagimana caranya agar kita mendapatkan rasa senang itu.
Tapi bagaimana caranya agar kita bisa mengontrol rasa senang tersebut.
Dan syukuri lah apa yang telah kita miliki...
Karena senang adalah nikmat dari Tuhan...